Seringkali, demi anak, kita mengabaikan kepentingan orang lain. Padahal dg memerhatikan keduanya kita memberi teladan yg hebat untuk anak kita.
Tagged: Kids Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts
-
httsan
-
httsan
Berprestasi dimasa muda itu penting. Akan menjadi teladan dan bahan cerita serta penyemangat yang nyata bagi anak. Bukan sekedar “memerintah anak untuk berprestasi”. *uhuk… : )
-
httsan
Menjadikan TV bukanlah santapan wajib di keluarga adalah mudah, dapat dimulai dari contoh menjauhinya dan diteruskan dengan konsistensi dalam menjaganya. : )
-
httsan
Memuji buah hati di hadapannya itu bagus, tetapi memujinya di hadapan orang lain… sebaiknya nggak usah deh, ini metode pencitraan yang buruk… : )
-
httsan
Media sosial dan komunikasi (Facebook/twitter/BBM/dll) tidak menghabiskan waktu belajar anak, tetapi banyak menghabiskan waktu orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Percaya..? ; )
-
httsan
Begadang
Begadang untuk mendampingi #Euro2012 mampu, bagaimana dengan mendampingi anak belajar dan bermain..? Mampu (dan mau) kah..? : )—
hartanto (@httsan) June 15, 2012 -
httsan
Lucky Luke berlabel: “shoot faster than his shadow”, sedangkan Ran Tan Plan berlabel: “The dog most stupid than his shadow”.
-
httsan
Perjuangan anak dalam mencapai keinginannya terkadang melewati nalar orangtuanya. Pertimbangan logis seringkali justru kandas. Dan hal ini membuktikan bahwa orangtua berkewajiban mengarahkan sebaik mungkin, bukan membawa sekeras mungkin. Anak mempunyai dunianya dan sekaligus jamannya sendiri.
-
httsan
Membawa anak ikut serta dalam perjalanan menjelajah kota dan desa menjadi sangat menyenangkan manakala kita bisa mengondisikan kegembiraan dan keasyikan yang ada. Pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperluas wawasan akan melekat dan menjadi pembelajaran yang efektif bagi si anak. *pengalaman “long weekend” bersama krucil…
-
httsan
Menyediakan fasilitas lengkap, makanan bergizi tinggi, dan bersekolah di tempat mahal sama sekali tidak menjamin kebahagiaan dan berkembangnya anak dengan baik. Mereka perlu kehadiran orang tua dalam kesehariannya, dan ini tidak ada yang dapat menggantikannya. Kualitas tanpa dibarengi kuantitas kebersamaan tidaklah cukup. Dan jika merasa telah menjadi orang tua “modern dan terdidik” hendaknya lebih meyadari hal ini.
-
httsan
Libur telah tiba, saatnya krucil beristirahat sejenak dari bahan ajar formal di sekolah masing-masing. Saatnya ortu meningkatkan jam kebersamaan sepanjang hari dan sepanjang minggu dan sepanjang libur. Saatnya pelajaran nonformal diperkenalkan dan diajarkan pada para krucil. Bukankah ortu adalah guru terbaik dan terhebat bagi para krucilnya..? Pengalaman puluhan tahun “hidup” di muka bumi tentunya menjadi bahan ajar yang luar biasa. Berani mendampingi krucilnya..? Atau masih juga mengelak dan melempar mereka ke pengasuh, tetangga, teman, atau ke gemerlap materi..? Semoga sikap pengecut terhadap krucil semakin hilang, sebagai bentuk pertanggungjawaban cerdas ortu yang “katanya” telah semakin berpendidikan… *ehm ehm ehm… : )
-
httsan
Suatu teori modern mengatakan bahwa janganlah berkata “jangan” pada anak kita. Mmm mungkin si pembuat teori ini tidak mempunyai anak, atau tidak pernah bermain dan membimbing anaknya sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi pemahaman ini, fungsi orang tua (mungkin) telah tergantikan dengan pembantu atau guru di sekolah.
-
httsan
Jika anda terbiasa menang sejak usia dini, anda ingin merasakannya agar itu terulang lagi.
Matthias Sammer - Kompas
-
httsan
Pergantian tahun ajaran bagi pengikut sekolah formal adalah saat dimana orang tua memilih tempat penitipan anak yang baru, dengan kondisi yang bagus, dapat menjual gengsi, mahal “sedikit” bukan masalah. Yang penting anak bisa tertitipkan 100% sehingga kerja dan kehidupan orang tua tidak terganggu. Anak adalah “barang” yang dapat diserahkan pada orang lain dengan imbalan uang bangunan dan bulanan… *dan para pelaku ini adalah orang tua – orang tua pengecut, pastinya…
-
Miftahgeek
-
httsan
alhamdulillah
: )
-
-
-
httsan
Saat kita bangga, terharu, dan mendengungkan tentang semangat pejuang dan generasi agama masa depan kepada anak-anak kita, terasakah oleh kita sejauh mana telah membimbing langsung mereka, dengan keikhlasan dan jiwa pejuang sejati..? Atau cukupkah kita menitipkan pada orang lain untuk melakukannya pada anak kita sendiri..? Jika hal kedua yang dilakukan, ada baiknya malulah kita akan kekerdilan dan keegoisan diri..
-
httsan
Menyaksikan prosesi Khotmul Quran di SDIT At-Taufiq, tadi pagi hingga siang, merasa takjub. Para muda itu mampu menghafal rambu-rambu membaca Al-Quran beserta contohnya dengan baik, dan mampu melantunkan firman Nya dengan bacaan yang benar. Luar biasa. Subhanallah.
-
httsan
Minggu pagi (kemarin) sempat nonton Upin Ipin, bercerita tentang lomba kancil dan kura-kura. Pada versi ini sang kancil dikalahkan kura-kura karena kancil menganggap remeh dan tertidur ditengah lomba sehingga tersusul. Pada versi lain dari cerita tentang kancil vs kura-kura yang pernah saya baca/dengar, kekalahan kancil disebabkan kura-kura mengerahkan “tim”-nya yang berposisi disepanjang jalur perlombaan, sehingga seolah lebih kencang larinya dibandingkan kancil.
Untuk cerita versi pertama (dari si ipin) memperlihatkan kesombonganlah yang mengakibatkan kekalahan, untuk versi kedua memperlihatkan kecerdikan (atau kelicikan dan ketidakjujuran…?) yang memenangkan…
-
httsan
Peranan ayah dalam edukasi anak: provider (penyedia dan pemberi fasilitas), protector (perlindungan dalam meberi pemahaman dan pengertian apa yang boleh dan yang tidak), decision maker (memberi motivasi dan dorongan agar anak tidak merasa sendiri berjuang), child specialize and educator (membimbing untuk bersosialisasi dan memiliki jiwa sosial yang tinggi), nurtured mother (pendamping ibu, untuk diskusi dalam permasalahan pendidikan anak). (McAdoo 2002) *disarikan dari Fitur Klasika Kompas Minggu, 20 Desember 2009.
-
httsan
Krucil ku berlatih tdk mengenal malam Minggu. Tiada malam khusus, semua disesuaikan dg sikon
. -
httsan
Sabtu menyenangkan, dimulai pagi antar Alta kegiatan di sekolah, lanjut ke LIA ambil raport Alta + Qila (alhamdulillah nilai memuaskan), tengah hari ke Gereja Fransiskus hadiri pernikahan Iman – Ana (Blogor), pulang mampir di Lele-Lela menikmati lele manstap, dan akhirnya mampir di warnet…
-
httsan
Libur awal tahun baru tidak menghilangkan libur kegiatan sekolah. Senang melihat banyak aktifitas di sekolah Alta, At-Taufiq Bogor, selasar + ruang kelas + masjid… semua terlihat geliat para pejuang muda…


InsyAllah ortu saya nggak gitu kang, amin..