You know, dirt cleans off a lot easier than blood, Quintus.
Maximus - Gladiator
Tagged: Movies Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts
-
httsan
-
httsan
Novel karya Christopher Priest berjudul The Prestige (1995), yang dilayarlebarkan pada tahun 2006 dengan judul yang sama telah beberapa kali disaksikan, termasuk malam ini. Penggambaran yang jelas mengenai perbedaan “penyihir” dan “penyulap”, persaingan mutlak dalam menampilkan kemampuan, tidak takut bermain kotor, dan pemanfaatan teknologi tinggi menjadi warna yang kental sepanjang film ini. Kekuatan hati dan selalu fokus pada pekerjaan tampaknya pelajaran biasa yang selalu terlupakan. Kehidupan adalah tipuan dan kebohogan semata. Hati terlalu dingin untuk bicara.
-
httsan
Mesrine, sebuah film keluaran tahun 1984, menceritakan tentang sepak terjang Jacques Mesrine (pengucapan Perancis: [meʀin], lebih sering diucapkan walau salah: [mɛsʀin]) dibintangi Nicolas Silberg dan disutradarai André Génovès. Film ini tentang “musuh masyarakat nomor 1″ di Perancis sepanjang dekade 70an. Pelajaran yang diambil adalah rasa percaya diri yang luar biasa dilandasi dengan kemampuan dan kecepatan dalam bertindak, walau aksinya negatif bagi “masyarakat beradab”. Nonton di Bioskop Rawamangun Jakarta Timur, saat masih SMA. Cukup berkesan hingga kini… dalam hal ke-pede-annya lho…
-
httsan
The Matrix Revolutions (2003) yang merupakan trilogi bagian terakhir dari The Matrix baru saja diputar ulang di salah satu stasiun TV. Lumayan menghibur dengan aksi menarik dari pemainnya, dan juga animasi yang cukup luar biasa dalam mengambarkan “kemenangan” mesin atas manusia. Tetapi kekentalan teknologi tinggi, sekali lagi, harus diakhir dengan “adu jotos” yang menentukan suatu kemenangan. Ini menandakan “ilmu beladiri” akan selalu langgeng dalam kehidupan… hehe…
-
httsan
Kemarin, Jumat 15/01 pagi, mengikuti acara kopi pagi di ruang NEOnet BPPT. Pemaparan dari ahli geofisik-kelautan, Dr. Udrekh, sangat menarik. Antara lain adalah kemungkinan adanya arus yang sangat kuat pada kedalaman laut 4000 meter di daerah West Andaman Fault (lokasinya di Baratdaya Lho’ Nga, Aceh). Fenomena ini mengingatkan saya pada film animasi tersukses buatan Pixar, Finding Nemo. Marlin (ayah Nemo) bersama Dory dan sekawanan kura-kura (penyu) melewati arus deras di bawah laut dalam perjalanan menuju ke Australia mencari Nemo, pada kedalaman tertentu. Seandainya arus ini bisa dimanfaatkan oleh manusia dalam “berlayar” didalam laut, pastilah bisa mempersingkat waktu perjalanan… : )
-
httsan
Film Sherlock Holmes, adaptasi dari karakter fiksi Arthur Conan Doyle, yang mulai diputar di bioskop pada akhir Desember 2009, menggambarkan sesuatu yang sangat menarik. Yaitu kepercayaan diri yang kuat dalam menjalankan profesi dengan berdasar pada fakta dan data serta analisis yang sangat tajam. Sang “detektif” tidak hanya piawai dalam berkomunikasi dan merunut suatu masalah, tetapi juga sempurna dalam pendalaman ilmu pengetahuan. Kemampuan reserse dan forensik tergabung menjadi satu dengan ditambah idealisme dalam pencapaian hasil. Manstaaap…
-
httsan
Bagi yang pernah merasa hidup bahagia (bersanding dengan buku) pada tahun 70-80an tentunya sudah pernah menikmati Album Cerita Ternama (ACT) terbitan Gramedia Pustaka Utama. Salah satu yang sangat berkesan adalah cerita Perjalanan Ke Pusat Bumi, terjemahan karya Jules Verne. Tahun 2008 sutradara Eric Brevig menayangkan versinya dalam kemasan layar lebar berdasarkan novel fiksi ilmiah yang sama, Journey to the Center of the Earth -nya Jules Verne. Kemasan “masa kini” tersebut lumayan bisa mengingatkan akan imajinasi saat saya membaca versi komik-nya di ACT jaman baheula…
-
httsan
Menikmati sajian film di televisi saat pergantian tahun, dari mulai akhir Desember 2009 hingga awal Januari 2010, cukup mengasyikkan. Berbagai aksi “super hero” dan “super manusia” terlihat, dari mulai Hulk dan sekuelnya, Spiderman 1-2-3, Hancock, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, hingga film kolosal the Mummy: Tomb of the Dragon Emperor. Apapun kehebatannya yang super-canggih atau “super-banget” itu ada kesamaan saat penyelesaian akhir kasusnya… yaitu dengan cara adu jotos alias berantem…! Mungkin ini gambaran dari “basic instinct” manusia yang di-”pakem”-kan oleh Hollywood dan kemudian disukai sepanjang masa…
-
httsan
Minggu pagi (kemarin) sempat nonton Upin Ipin, bercerita tentang lomba kancil dan kura-kura. Pada versi ini sang kancil dikalahkan kura-kura karena kancil menganggap remeh dan tertidur ditengah lomba sehingga tersusul. Pada versi lain dari cerita tentang kancil vs kura-kura yang pernah saya baca/dengar, kekalahan kancil disebabkan kura-kura mengerahkan “tim”-nya yang berposisi disepanjang jalur perlombaan, sehingga seolah lebih kencang larinya dibandingkan kancil.
Untuk cerita versi pertama (dari si ipin) memperlihatkan kesombonganlah yang mengakibatkan kekalahan, untuk versi kedua memperlihatkan kecerdikan (atau kelicikan dan ketidakjujuran…?) yang memenangkan…
-
httsan
Menikmati Sang Pemimpi mengingatkan masih banyak stok mimpi yang ada… Semoga waktu menuju garis akhir masih cukup…
-
httsan
Menikmati dominasi warna kemerahan di Ninja Assassin di XXI Botani… Tidak disarankan untuk yang gak tahan “warna merah”… *fuih…


Wah bagus juga ceritanya, saya belom nonton, nanti saya cari. Met malem Minggu Kang Har.